Surat ini diduga sebagai wasiat yang dikirimkan Dian kepada orangtuanya di Cirebon

KTP Dian diterbitkan 5 April 2008 dan telah habis masa berlakunya pada 4 Juli 2013.
Pada foto terpampang foto perempuan berambut panjang, tergerai di bahu dan sebagian menyentuh di bawah leher bagian depan, hingga dada.

Foto lainnya, seorang perempuan berhijab yang tangannya diikat di bagian belakang tubuhnya. Ia mengenakan jilbab hitam, panjang hingga menyentuh pinggul. Wajahnya ditutupi pakai masker hijau, sepdan dengan pakaian warna hijau.

Wajahnya tampak jelas, mengenakan kemeja warna hijau, mirip seragan siswa SMA. Din kantung kanan terlihat mirip logo OSIS.

Kepalanya menunduk. Posisi badan tengah duduk di kursi atau jok abu-abu di dalam mobil.
Seorang laki-laki mengenakan sweater hitam, memegangi tangan perempuan, sepertinya untuk mengepaskan posisi duduk di atas jok.

Satu foto lainnya berisi selembar kertas buku tulis berisi tulisan tangan.
Surat ini diduga sebagai wasiat yang dikirimkan Dian kepada orangtuanya di Cirebon.
Inilah isi lengkap tulisan Dian diduga kepada orangtuanya:

Jaman Rasulullah Tidak Ada Tahlilan
Ya sudah, jaga diri kalian baik-baik. Semua yang terjadi karena kehendak Allah, dan apa yang saya lakukan bukan tanpa ilmu. Saya tau mana yang baik dan mana yang buruk.
Ingat pesanku ya, shalat 5 waktu dan jangan pernah menyekutukan Allah, dan jauhi segala larangannya. 

Dan bila kalian ingat pesanku, Insya Allah kelak kita akan berkumpul kembali di alam yang lebih indah.
inilah caraku berbakti pada agama dan pada kalian orangtuaku. Jangan pernah kalian membenci jalanku ini…
Allah bersama orang-orang yang beriman
Sayang dan cintaku untuk kalian, dari anakmu
Tertanda
(Dian Yulia Novi)

urat Wasiat Diduga Untuk Suami yang Baru Menikahinya
Satu surat lainnya, ditulis tangan di dua lembar kertas buku tulis, diduga ditujukan Dina kepada suaminya.

Assalamualikum Wr Wb
Bismillah,
Segala Puji bagi Allah Ta’ala, Robby semesta Alam. Shalawat dan salam tercurah pada Rasulluhlah dan para sabahatnya
Wahai Mujahitku
Kita berjumpa dan berpisah karena Allah SWT dan mengaharapkan Ridha-Nya. Bismillah. Puji syukur Allah Ta’ala telah memperjodohkan kita walau hanya sekejap. Mungkin tak banyak kenangan di antara kita, namun alhamdulillah sudah lebih dari cukup bagiku merasakan indahnya sebagai istri, walau kusadar saya masih jauh dari predikat istri shalehah.

Facebook Comments

Previous Article
Next Article