Sungai Marbau dan Aekkuo Tercemar Limbah Industri, Siapa yang bertanggung Jawab??

Labura (Marbau-Aekkuo)

Marbau yang terletak di Kec.Marbau dan Sungai Aekkuo yang terletak di Kec.Aekkuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara Sungai Marbau dan Aekkuo Tercemar Limbah Industri, Siapa yang harus bertanggung Jawab?

Ikan hasil pencemaran limbah pabrik LABURA
Ikan hasil pencemaran limbah pabrik LABURA

Limbah tersebut bersumber dari  Limbah pabrik kelapa sawit(PKS) dan pabrik getah yang berasada di Labuhanbatu Utara (Labura).

tercemarnya sungai tersebut dikarenakan PT. yang berada disekitaran Labura membuang limbah industrinya kedalam aliran sungai sehingga biota sungai mati, hal tersebut berdampak kepada ekosistem perairan menjadi sangat buruk dan membuat ikan yang berada di sungai tersebut pada mati.
Sungai Marbau dan Aekkuo Tercemar Limbah Industri, Siapa yang bertanggung Jawab..?
karena itu, warga dikawasan sekitaran tersebut meminta pihak terkait pencemaran yang terjadi disungai selama ini dihentikan karena berdampak negatif dan merusak lingkungan.

“kita menghubungi pihak pabrik yang berada disekitaran sungai marbau agar jangan membuang Limbah kedalam sungai, Namun mereka tidak menghiraukan hal tersebut. Masyarkat sudah berulang kali mengadukan hal ini kepada kami. Tiga minggu lalu saat pabrik membuang limbahnya kedalam sungai, bukan hanya ikan yang mati, bahkan Udang Juga mati, hal ini harus ditindak lanjuti dengan sangat serius,karena menyangkut perusakan lingkungan dan banyak orang, sudah pasti banyak yang merasa dirugikan, tutur Haryono, anggota DPRD Labura, Jumat(10/3).

Haryono (Aseng), DPRD LABURA
Haryono (Aseng), DPRD LABURA

Haryono menegaskan ada 5 PKS dan satu pabrik getah yang diduga membuang Limbah Industrinya kedalam sungai yang berdampak merusak lingkungan dan ekosistemnya saat musim hujan.

Haryono yakin, bahwa pihak Pejabat Daerah dan serta Aparat Setempat tutup Mata tentang kejadian ini, informasinya setelah kejadian limbah kemaren mereka para pejabat dan aparat setempat diduga mendapat suap

Multi Ahmad,Kepala Dusun 1 Desa Aekkorsik Kec.Aekkuo mengatakan pabrik yang berada di Aekkuo sudah beroperasi sekitar 3 tahun dan sudah pernah didemo oleh warga sekitar satu tahun lalu.

Menurut (Mufti), pihaknya akan menyurati pihak pabrik yang terkait dengan pencemaran Lingkungan tersebut dalam waktu dekat.

“Warga desa akan menyurati pihak pabrik dalam waktu dekat, Jika mereka pihak pabrik terkait tidak mengindahkan hal tersebut,Kami akan Demo besar-besaran,” Ujar Mufti

Facebook Comments

Previous Article
Next Article