Bagaimana nasib jamaah haji Indonesia?

Hal yang harus diperhatikan dalam hal penggunaan dana haji untuk infrastruktur ini adalah bahwa dana ini menurut UU harus dikelola secara nirlaba, yakni semua keuntungan hasil pengelolaan dana haji harus dikembalikan kepada jamaah haji sbg pemilik dana.

TOTAL DANA HAJI YG TELAH DIGUNAKAN Rp. 39.93 TRILIUN DAN YANG DIGUNAKAN SELAMA MASA PEMERINTAHAN JOKOWI Rp. 37.56 TRILIUN

Bagaimana nasib jamaah haji Indonesia? (Salamuddin Daeng)

Apakah selama ini jamaah haji telah menerima bagi hasil sebagai keuntungan atas penempatan dana mereka dalam instrumen investasi dan surat utang negara?

kalau belum, kemana keuntungan hasil pengelolaan dana ini mengalir ? semoga ini segara disampaikan kepada pemilik sah uang tersebut.

Selama ini dana Sukuk haji telah digunakan pemerintah dalam jumlah yg sangat besar unt membangun infrastruktur.

Masyarakat tidak mengetahui secara persis berapa dana yang  tersisa di badan pengelola dana haji yang baru baru ini dibentuk oleh pemerintah.

namun yg jelas dana haji tidak lagi utuh, namun telah dialokasikan unt macam-2 kepentingan termasuk membangun infrastruktur.

Pertanyaannya setiap tahun pemerintah memberangkatkan jamaah haji menggunakan dana apa?

Jangan jangan skema ponzi? Ibarat investor, Jamaah haji yg baru mendaftar membayar jemaah haji yg telah menunggu puluhan tahun.

Mengapa dapat disimpulkan demikian ? karena calon jumlah jamaah haji yang mendaftar setiap tahun hanya separuh dari jumlah jamaah haji yang berangkat setiap tahun.

Dengan demikian dana haji yg terkumpul setiap tahun sangat besar, jauh lebih besar dari kebutuhan biaya haji yang dialokasikan pemerintah.

Jumlah dana haji ini terus bertambah, karena meningkatnya jumlah pendaftar haji setiap tahun.

Pada 2018 ini, BPKH juga menargetkan jumlah pendaftar baru 550 ribu orang.

(Republika 28 Februari 2018). Jika masing-2 jamaah haji menyetorkan uang sebesar Rp. 25 juta rupiah, maka setiap tahun akan ada tambahan dana sebesar Rp.13,75 triliun.

Sementara setoran keseluruhan jamaah haji sebesar Rp. 35 Juta.

Biaya ini mengalami peningkatan jika dibandingkan biaya haji tahun 2017 yakni sebesar Rp 34.890.312 (kompas, 22/1/2018).

Dengan demikian maka setoran keseluruh jamaah setahun mencapai Rp. 19,189,671,600,000 setiap tahun.

Sementara kuota calon haji Indonesia 2017 sebesar 221.000 orang.

Jumlah itu terdiri dari 204.000 orang calon haji reguler dan 17.000 calon haji khusus. (kompas, 22/3/2017).

Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama RI, Ali Rahmat mengatakan bahwa total biaya yg dikeluarkan untuk penyelanggaraan ibadah haji tahun ini sebesar Rp12,6 triliun. (Kompas, 7/9/2017).

Sedangkan penerimaan dana haji setiap tahun mencapai Rp. 19,189,671,600,000.

Dgn membandingkan antara penerimaan dana haji dgn alokasi dana haji setiap tahun, Maka terdapat tambahan dana haji yang secara otomatis berakumulasi di tangan pemerintah setiap tahun sebesar Rp. 6,6 triliun.

Angka yg sangat besar, itulah mengapa pemerintah dengan sangat leluasa menggunakan dana haji untuk pembangunan infrastruktur.

Pertanyaannya jika dana haji yg ada di tangan pemerintah telah habis untuk infrastruktur dan investasi macam macam, jangan jangan jamaah diberangkatkan ke tanah suci menggunakan skema Ponzi?

Jika demikian maka ini akan menjadi bahaya yg terakumulasi setiap tahun dan akan ada jamaah haji yg menjadi daftar tunggu hingga akhir hayatnya.

Negara menuju kebangkrutan…

Bagaimana Nasib Dana Haji Indonesia Yang Sudah Dipakai Pemerintah Jokowi Untuk Infrastruktur.

Sumber: telusur.co.id

Facebook Comments

Previous Article
Next Article